|
Tidak Harus Dengan Bunga, Sayang.... |
|
곰 세 마리가 한 집에 있어 아빠곰, 엄마곰, 애기곰 아빠곰은 뚱뚱해 엄마곰은 날씬해 애기곰은 너무 귀여워 으쓱 으쓱 자란다 Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan.Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal. Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. |
|
|
Tulisan ini saya peroleh dari rekan di Citizen Journalism, yang memuat artikel menarik. Mungkin ini kisah lama, tapi cukup mencerahkan. Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa- mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "ApakahTuhan menciptakan segala yang ada?". Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut. Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."
|
|
|
Dearest Pak Mario dan Ibu Linna yang terkasih, Rekan-rekan Super Members yang baik, Semoga email ini menjumpai Anda dalam kesehatan yang prima dan semangat yang tinggi dalam mengupayakan kecemerlangan karir dan kehidupan melalui pelayanan yang terbaik kepada sesama. Dalam coaching di GMG Brilliant Pak Mario menyampaikan pertanyaan ini kepada kita : Are you really serious about your success ? Tentu saja kami semua mengatakan : Yes, we really serious about our success. Kemudian Pak Mario melanjutkan dengan dengan kalimat-kalimat ini : Mengapa masih suka menunda ? Kita tahu bahwa keberhasilan datang melalui hubungan baik, mengapa masih sombong ? Mengapa menggigit tangan yang memberi makan ? Mengapa menjelek-jelekan perusahaan yang sudah membayar ?
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
| Results 1 - 4 of 10 |